Burgerkill Ukir Sejarah di Siliwangi

Standard

BANDUNG – Setelah absen sejak 2006 lalu,grup band metal asal Bandung,Burgerkill, akhirnya mengukir sejarah di kandang sendiri.

Band ini sukses menggelar konser tunggal bertajuk “Djarum Super Burgerkill; Venomous Alive” di Stadion Siliwangi, Kota Bandung,kemarin. Personel Burgerkill yang terdiri dari Vicky (vokal), Eben (gitar), Agung (gitar), Ramdan (bas), dan Andris (drum) menganggap konser tersebut langkah awal aliran musik metal kembali bangkit. Setelah sebelumnya sempat dibayang-bayangi luka lama dan kekhawatiran terjadi kerusuhan akibat fanatisme Begundal, sebutan fans Burgerkill. Konser yang dihitamkan lebih dari 10.000 penonton itu berjalan lancar dan aman.

“Bagi kami ini adalah babak baru musik metal untuk kembali berkreasi di Bandung.Buktinya konser yang baru saja kami gelar aman terkendali,” kata Agung,personel Burgerkill. Bagi Burgerkill,konser tersebut terasa spesial lantaran bersamaan dengan momen penting bagi band yang telah berusia 16 tahun ini.Momen di mana Burgerkill dapat membuktikan eksistensinya dengan memperkenalkan album keempat “Venomous Alive” yang baru saja diluncurkan pada Juni 2011.

Burgerkill tetap komitmen di jalurnya. Sejak awal memulai konser di lapangan berkapasitas 20.000 orang itu, gitaris Burgerkill,Agung, menarik senar gitar demi menghasilkan suara melengking. Begitu pun sang drummer,Andris,yang tak mau kalah menggebuk drum sekuat tenaga. Dengan suaranya yang keras dan serak,Vicky memulai konser dengan tembang Age of Versus.Sebuah tembang dari album “Venomous Alive” yang diyakini para metalhead mampu membangkitkan semangat.

Sejak lirik pertamanya,Age of Versus muncul dengan hentakan double bass drumming dibareng tempo lagu sedang.Tak heran lagu tersebut masuk jajaran album “Venomous Alive”. Sukses dengan tembang pertamanya, band yang pernah tur di Australia dan Asia Tenggara ini menggebrak para Begundal dengan sederetan lagu gilanya seperti Under The Scars, Through The Shine, Penjara Barin, Shadow of Sorrow, House of Greed, Rendah (medley), For Victory,My Worst Enemy, Darah Hitam, Angkuh, danWe Will Bleed.

Hingga akhirnya sebuah kejutan datang pada konser tersebut.Pentolan musik pop, Fadly Padi, hadir bersama Burgerkill membawakan tembang Tiga Titik Hitam. Penonton yang awalnya mulai kelelahan kembali bangkit menyaksikan kolaborasi musisi handal tersebut. Sampai akhirnya personel Burgerkill yang mengenakan kaus dan celana pendek berwarna hitam itu mengakhiri konsernya lewat lagu Only The Strongdan Atur Aku. Manajer Marketing Services PT Djarum Bandung Herman Sutanto menjelaskan,konser tersebut merupakan konser pembuktian.

Sebuah bukti bahwa Burgerkill mampu mengekspresikan kreativitas musik dengan aman terkendali. Hal itu tampak pada tidak adanya kerusuhan saat konser sebagaimana kekhawatiran masyarakat selama ini.Burgerkill mampu mengukir sejarah menggelar konser di Stadion Siliwangi.“ Mereka adalah musisi handal yang karyanya patut diapresiasi. Konser ini cukup membuktikan bahwa musik mereka damai,” katanya. Suksesnya konser tersebut tidak lepas dari dukungan semua pihak sepertiTNI,Polri,dan lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s