Konser Burgerkill Ajang Pembuktian

Standard

SEKIAN lama tak menggelar konsef tunggal di kota kelahirannya, grup musik hardcore metal asal Bandung, Burgerkill sukses mengguncang sekitar sepuluh ribu penonton yang hadir pada perhelatan bertajuk “Djarum Super Konser Burgerkill Venomous Alive”.
Para Begundal -sebutan penggemar Burgerkill– ter-puaskan dengan suguhan sekitar 15 lagu yang disajikan Vicky (vokal), Eben (gitar), Agung (gitar). Ram-dan (bas), dan Andris (drum). Pada pertunjukan kali ini, Burgerkill dibantu Adam “Koil” yangmemainkan DJ set, Ariani3 “Seringai”, dan Fadly “Padi”. Konser yang berlangsung di Stadion Siliwangi, .Jln. Lombok Kota Bandung, Sabtu (24/9) itu juga menjadi ajang pembuktian bahwa pergelaran musik metal bisa berlangsung aman dan damai. Hampir sembilan puluh menit konser berlangsung, para Begundal yang kompak berpakaian hitam-hitam menikmati konser dengan nyaman. Mereka bebas moshing, pogo, dan headbanging selama pertunjukan berlangsung dengan tertib.
“Venomous Alive” dibuka
oleh Man Jasad, pentolan band Jasad ini mengajak para penonton untuk menikmati pertunjukan dengan tertib dan damai. Pada orasinya, Man Jasad mengatakan, konser Burgerkill kali ini adalah tumbal, karena jika konser ini bisa berlangsung aman, perizinan untuk menggelar konser metal lainnya akan lebih terbuka.
Setelah imbauan damai Man Jasad selesai, dua layar besar di sisi kanan dan kiri panggung memutar klip video “Only the Strong”. Ini merupakan klip terbaru Burgerkill dari album terbaru mereka “Venomous” yang dirilis pada Juni lalu. Seusai tampilan klip video, satu per satu personel Burgerkill naik ke panggung. Panggung yang didominasi dekorasi warna hitam tersebut diguncang oleh “Age of Versus” yang dilanjutkan “Under the Scars”.
Seusai menampilkan dua lagu, Vicky menyapa para Be-gundal terlebih dahulu. Dia mengatakan, Sabtu (24/9) sore itu merupakan saat yang bersejarah bagi Burgerkiil dan komunitasnya. “Ini pertama kali kami bikin konser akbar,jadi mari kita jaga sama-sama komunitas ini. Kita tunjukkan bahwa konser di Bandung adalah konser yang aman dan jauh dari anarkistis,” ujar Vicky.
Setelah itu, raungan musik metal yang keluar dari tata suara yang apik kembali membahana ketika “Through the Shine” disajikan Eben dan kawan-kawan. Burgerkill tampaknya memang tak ingin banyak basa-basi, seakan ingin mengajak nostalgia, dua lagu berikutnya pun diambil dari dua album lawas milik mereka, yakni “Penjara Batin” dari album “Berkarat” (2003) serta “Shadow of Sorrow” dari album “Beyond Coma and Despair” (2006).
“Setelah sekian lama, akhirnya merasakan atmosfer yang luar biasa di Stadion Siliwangi. Lagu berikutnya kami persembahkan untuk teman-teman Viking dan Persib,” kata Vicky yang mengantarkan lagu “For Victory”. Setelah lagu untuk Persib berakhir, penampilan mereka dilanjutkan dengan “My Worst Enemy”.
Vicky kembali menggelorakan perdamaian dalamkonser tersebut. Dia mengungkapkan, “Konser ini tidak gratis, jadi tidak akan menimbulkan anarkistis. Dengan kalian membayar, kalian menghargai musik Indonesia.” Sebuah lagu dari “Beyond Coma and Despair”, “Darah Hitam Kebencian” menjadi sajian Burgerkill selanjutnya.
Suasana haru kemudian tercipta saat dua layar besar menayangkan video yang menampilkan vokalis Burgerkill terdahulu Ivan “Scumbag” Firmansyah, yang meninggal dunia pada Juli 2006 lalu. Pada video tersebut ditampilkan proses pengerjaan lagu “Tiga Titik Hitam” yang melejit pada 2003 lewat album “Berkarat”. Lagu itu menjadi istimewa karena dibawakan Ivan bersama Fadly, vokalis Padi.
Seusai pemutaran video, Vicky memainkan piano kemudian Fadly muncul di atas panggung dan membawakan Tiga Titik Hitam” yang disambut dengan bernyanyi bersama para Begundal. Momen ini terasa sangat istimewa, lagu Tiga Titik Hitam” ibarat anthem (“lagu kebangsaan”) bagi para Begundal yang tidak boleh dilewatkan. “Lagu ini kita dedikasikan untuk almarhum
Ivan, kita jaga semangatnya. Kami yakin, sore ini dia hadir di tengah kita.” ujar Vicky.
Sebelum menutup penampilannya. Burgerkill menyuguhkan single dari Venomous “Only the Strong”. Setelah itu, vokalis band Seringai Arian 13 naik ke atas pentas dengan membawakan “Atur Aku” bersama Burgerkill.
Ditemui seusai tampil. Agung yang mewakili awak Burgerkill mengatakan, konser tersebut merupakan terobosan besar, karena mereka bisa berkonser di Stadion Siliwangi dengan kondisi aman dan lancar. Burgerkill berharap kesuksesan ini bisa diikuti oleh komunitas band metal lainnya.
“Bagi kami sendiri, ini konser tunggal kedua setelah yang pertama digelar pada tahun 2006 lalu. Maka jarak antara konser pertama dengan yang kedua juga cukup lama,” ujar Agung.
Semoga setelah “Venomous Alive”, scene musik hardcore dan metal di Kota Bandung bisa kembali leluasa untuk menggelar konser, sebagai bentuk ekspresi dan apresiasi para penggemar mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s