Cerita Kami Part 1

Standard

Assallammuallaikum Wr.Wb, Pada kesempatan kali ini saya mau memposting sebuah cerita, okey langsung ajah di Check It Dot !

Berawal dari rencana kami untuk menyegarkan pikiran dan jalan-jalan ke tempat wisata yang bernuansa alamiah serta jauh dari hiruk pikuk kota & polusi. Tertuju lah pada suatu tempat wisata di Karawang yang bernama Curug Cigentis. Kami berangkat tanggal 22, Maret 2012 di malam hari pada pukul 22.00, (sehabis kami pulang kuliah). Nama ‘kami’ disini sebut saja, Ahmad muachor,Eko Iskandar,Rilxy D Alex,Novian Pangulahi,Muhammad Kosasih,Eli Prima,Ahmad Faizal, dan ‘saya’ sendiri sebagai Yanuar Adi Saputra. Berangkat lah kami dari kampus dengan berdoa bersama agar selamat sampai tujuan dan sampai pulang nanti,pembacaan doa dipimpin Ahmad Muachor.

Disinilah sebuah kisah klasik kami dimulai, berangkat dari kampus pukul 22.00 dengan mengendarai sepeda motor, tiba dipintu masuk utama pukul 01.25 dengan membayar Rp.5000/motor. itu pun perjalanan yang melelahkan dan tidak mudah karena semakin kami naik keatas jalanan disana rusak berat dengan batu-batu  besar. Sesudah membayar uang masuk kami terus keatas untuk mencari tempat istirahat… berhentilah kami didepan masjid (kali ajah bisa buat istirahat sebentar) tapi dengan tampang kekecewaan ketika mau melangkah ke masjid ternyata gerbang depan ditutup dan dikunci. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan, Semakin ke atas medan yang kami lalui semakin berat. Hingga  motor saya yang dikendarai Ahmad Faizal/Faris tidak bisa menanjak setiap dimasukin gigi dan digas itu sama sekali tidak bisa menanjak/berjalan, suasana pada saat itu benar-benar menyeramkan karena dikiri kami itu jurang dan dikanan kami pohon-pohon besar dan tinggi yang menjulang ke langit. Begitu melihat tampang Faris yang takut dan panik saya langsung mengambil alih kemudi, dicoba dan dicoba tetap tidak bisa sama sekali. Pikiran saya jadi negatif, saya berpikir ini motor dikerjain oleh mahkluk astral/gaib yang menjaga tempat ini dalam hati sudah istigfar dan menyebut-nyebut nama Allah. Ternyata eh ternyata saya ingat ini motor pernah mogok juga waktu ke cimanggis karena kepanasan, saya sudah fitnah sama makhluk astral/gaib…maaf yaaa. Dengan tenaga manual (didorong maksudnya) dengan dibantu sama Novian saya mendorong dari tempat tadi hingga keatas, lalu ada suatu rumah yang bisa disinggahi untuk mengistirahatkan tenaga (Alhamdulillah) . Disaat istirahat… kami berdebat untuk meneruskan, turun lagi atau tetap disini, dengan suara yg cukup pelan/gemulai (enggak enak sama pemilik rumah) dan nafas tersengal-sengal  kami  terus bermusyawarah. Lalu kami memutuskan untuk turun lagi kebawah karena sudah tidak mungkin dalam kondisi seperti ini kami melanjutkan perjalanan ke atas. Jam 02.45 sampai dibawah. kami berhenti di sebuah warung dan didepan warung itu ada sebuah SD, saya berpikir untuk istirahat di SD itu dan memakirkan kendaraan kami di lapangan upacaranya. Saya menyuruh novian untuk meminta izin kepada masyarakat yang ada diwarung itu, apakah boleh istrahat sampai shubuh di SD itu (karena pagi nya kami naik kecurug) tapi novian tidak berani dia malah bilang “beli kopi dulu baru berani gua”. Lalu saya memesan 4 kopi dan sebungkus rokok gudang garam (sebagai syarat), terjadilah permintaan izin antar saya dan…sebut saja akang, “saya; kang boleh istrahat  di SD itu? Akang; ohh boleh de , masuk ajah…saya; makasih iyah kang (Alhamdulillah). Masuk lah kami ke SD itu, kebetulan pintu gerbang depan tidak dikunci seperti masjid/musholah tadi. Sekalian menuggu kopi itu diantarkan kami memasukkan sepeda motor ke lapangan upacara SD, istrahat lah kami di SD itu tepatnya di koridor depan kelas. Sedikit beres-beres karena lantainya berdebu, dengan semangat novian dan tentara jepang (Kosasih maksudnya) mengorbankan rompi dan jacket mereka untuk membersihkan debu itu. kopi yang ditunggu-tunggu datang, dengan minum kopi dan ngerokok kami bercakap-cakap serta memakan cemilan yang sebelumnya sudah dibawa. Lantas saya bilang sama yang lainnya “yang mau istirahat, istirahat…gua bergadang ngejagain barang-barang”  dengan satu-persatu mereka istirahat, Muachor,Kosasih,Faris,Novian,Alex,Eko.

Yang terjaga hanya Saya dan Eli, kami bercerita ngalor ngidul. Jam ditangan terus berdetik hingga akhirnya beduk shubuh dibunyikan dan adzan shubuh dikumandangkan, lantas Saya, Eli dan Faris menuju ke masjid/mushola untuk ibadah. Sebelumnya saya membangunkan Kosasih (si tentara jepang itu) untuk menjaga barang-barang kami, hingga jam 05.30 bangunlah mereka yang beristirahat. Tidak lupa kami membersihkan sampah-sampah bekas cemilan kami. Saya mengetes motor apakah sudah menyala/belum, ternyata motor masih tidak mau menyala… dengan segala upaya,daya, serta tenaga saya dan yang lainnya berusaha agar motor ini bisa menyala. Sudah setengah jam motor belum mau menyala juga, lalu Mas Muachor mengusulkan membawa kebengkel yang berada di gerbang masuk. Dengan dikawal Eko dan Muachor saya pergi ke bengkel yang dimaksudkan, beruntung  jalannya turunan sehingga tidak repot untuk mendorong nya. Kurang lebih 3-4 kilo tiba lah dibengkel, sang mekanik mengecek…setelah  diperiksa penyakitnya, saya membeli suku cadang baru yaitu busi. Setelah setengah jam saya menunggu akhirnya menyala juga (alhamdullillah). Tapi Mas Muachor tidak bisa lanjut karena dia kerja (sayaaaang sekali) akhirnya Muachor pulang (hati-hati, thank’s yah mas pertolongannya). Dengan berdua sama Eko, saya langsung ke atas tempat kami istirahat (SD) ternyata yang lain sudah menunggu lama… (maaf cuy).

Jam 07.00(pagi) kami naik keatas untuk melanjutkan misi kami menginjakan kaki di Curug Cigentis. Setelah menempuh perjalanan (ada yg jalan kaki & mengendarai motor)  dengan jarak 3 kilo serta waktu yang dibutuhkan selama setengah jam, Kami pun sampai disebuah air terjun yang tinggi nya kurang lebih 50-100 meter ini lah curug cigentis. Terbayar sudah rasa lelah kami, dengan gembira kami berfoto,berenang,bercanda ria…

Namun sayang waktu memisahkan kami dengan curug cigentis. Pada pukul 10.00(pagi) kami beranjak pulang dan tiba dikota bekasi Jam 14.15(siang), tiba dirumah dengan selamat (alhamdulillah).

Inilah cerita kami yang menurut saya tidak bisa dilupakan dan patut dikenang, pengalaman ini benar-benar gokil,seru,lelah,lucu,dramatis dan menyenangkan pastinya.

mudah-mudahan cerita kami tidak berhenti disini saja, tunggu cerita kami part 2 (coming soon)😀

okey sekian, terima kasih sudah mau membaca. Wassallamuallaikum Wr.Wb.

Special Thank’s :

Allah S.W.T

Orang Tua

Masyarakat Curug Cigentis

SD (yang sampai sekarang kami belum tau nama SD itu)

Dan Yang Membantu Acara Ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s