Hukum Orang Islam Tentang Hari Ibu

Standard

Hari ibu juga merupakan salah satu di antara perayaan yang disambut oleh orang kafir yaitu masyarakat yang beragama kristian. Greek kuno memanggilnya sebagai hari cybele yaitu ibu kepada dewa-dewa mereka. Dan Roman kuno pula meraikan hari matronalia sebagai tanda memperingati dewa juno yaitu mak kepada juventas, vulcan dan mars.

Perlukah kita sebagai orang Islam untuk menyambutnya?

Di dalam Islam, kita dituntut untuk menghormati ibu bapa kita setiap masa dan setiap hari. Bukannya hanya terhadap kepada hari-hari tertentu saja seperti pada hari ibu atau hari bapa.

Firman ALLAH Subhana Wa Ta’ala : Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah seorang dari keduanya, atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan “Ah”, dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun). Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): “Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil.”
[Surah al-Israa’, Ayat 23 hingga 24]

Dr. Yusuf al-Qaradhawi pernah berkata, “Hari ibu ini timbul kerana pihak orentalis/doktrin barat memikirkan bahwa inilah cara yang terbaik untuk mereka menarik minat anak-anak remaja barat agar menghormati orang tua mereka. Umumnya kita tahu bahwa masyarakat barat amat tipis dengan adab tata susila, jadi dengan mengadakan/mengkhususkan hari-hari tertentu sekaligus dapat memupuk remaja mereka agar menyayangi dan menghormati orang tua mereka.”

Manakala masyarakat kita pula umumnya lebih cenderung dengan budaya ikut-ikutan. Sentiasa terpengaruh dan terpedaya dengan budaya orang kafir dan barat. Bila orang kafir sambut hari valentine kita pun ikut sambut ! Bila orang kafir sambut april fool, kita pun ‘fool’ sama kerana sambut hari karut tu! Bila orang kafir sambut hari ibu dan hari bapa kita pun ikut ! Sungguh pun perayaan ini murni dari pandangan mata kasar kita. Tapi hakikat agama Islam kita tidak pernah mensyariatkan atau menuntut umat-umatnya agar menghormati dan menyayangi orang tua mereka, suami atau isteri mahupun anak-anak mereka pada hari-hari tertentu saja.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda : “Sesiapa saja yang menyerupai sesuatu kaum itu , maka dia itu termasuk di dalam golongan mereka”
[Hadits Sahih – diriwayatkan oleh Imam Abu Daud R.H dalam sunannya, Imam Ahmad Bin Hanbal di dalam musnadnya Dan Imam as-Suyuti di dalam al-Jamie’ as-Shaghir, disahihkan oleh Al-Albani]

Islam adalah ‘Deen’ atau cara hidup. Ia telah merangkumi segala-galanya. Bukan hanya kehidupan untuk di dunia yang sementara ini bahkan kehidupan abadi di akhirat kelak. Semoga ALLAH Subhana Wa Ta’ala terus memelihara kita semua agar kekal terus dalam agamanya yaitu Islam dan mengamalkan cara hidup yang berlandaskan syariat Islam yang sebenar-benarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s